Majalah Sport

Majalah Berita Seputar Olahraga Dunia Yang Bisa Anda Nikmati Disini

Majalah Sport

Majalah Berita Seputar Olahraga Dunia Yang Bisa Anda Nikmati Disini

Sport

Anya Ducati Akhirnya Temukan Solusi untuk Bagnaia

Musim MotoGP 2025 berjalan tidak sesuai harapan bagi Francesco Bagnaia, Juara dunia dua kali ini terus berjuang keras menemukan ritme. Meskipun mengendarai motor pabrikan Ducati yang dikenal dominan. Sejak seri pertama, Pecco—sapaan akrabnya—mengeluhkan kurangnya grip ban belakang dan instabilitas saat memasuki tikungan cepat.

Bagnaia

Masalah tersebut berdampak serius. Bagnaia beberapa kali gagal finis podium, bahkan terpeleset ke posisi kelima klasemen sementara. Situasi ini tentu memicu kekhawatiran tim Ducati Lenovo yang menargetkan gelar juara dunia ketiga berturut-turut untuk sang pebalap Italia.

Namun, tepat sebelum GP Catalunya, perubahan besar terjadi. Tim teknis Ducati yang dipimpin oleh Anya Ducati berhasil menemukan solusi teknis yang mengubah arah performa motor Desmosedici GP25 milik Bagnaia.

Anya Ducati Turun Tangan Langsung

Tak hanya duduk di balik layar, Anya Ducati—insinyur muda yang kini menjabat sebagai Kepala Divisi Dinamika Motor Ducati—turun langsung ke paddock. Ia mengamati data, berdiskusi dengan teknisi senior, dan mendengarkan keluhan Bagnaia tanpa menyela. Pendekatan langsung ini terbukti efektif.

Setelah beberapa hari menguji data telemetri dan membandingkannya dengan rekan satu tim Bagnaia, Enea Bastianini, Anya akhirnya menyimpulkan bahwa masalah utama berasal dari perangkat pengaturan distribusi beban motor saat akselerasi.

“Saya merasa kami harus keluar dari pendekatan konservatif. Pecco membutuhkan sesuatu yang lebih agresif namun stabil, terutama di sirkuit yang menuntut kecepatan menikung tinggi,” ujar Anya saat sesi jumpa pers.

Perubahan Setup Radikal Berbuah Manis

Tim Anya tidak ragu untuk mengganti perangkat rear linkage dan merombak pengaturan suspensi belakang. Mereka juga menyesuaikan pemetaan elektronik agar torsi lebih merata di tikungan keluar. Dengan segala perhitungan teknis yang matang, mereka menerapkan setup baru tersebut saat sesi latihan bebas pertama GP Catalunya.

Hasilnya langsung terasa. Bagnaia mencatat waktu tercepat dalam FP2 dan menempati posisi pole di sesi kualifikasi. Lebih hebat lagi, ia menyabet podium pertama saat balapan utama dengan dominasi yang nyaris sempurna.

Melalui komunikasi radio setelah finis, Bagnaia memuji kerja keras Anya dan menyebutnya sebagai “game-changer” bagi performanya musim ini.

“Solusi ini benar-benar menghidupkan motor saya. Akhirnya saya bisa menikung dengan percaya diri lagi,” ujar Bagnaia.

Hubungan Kerja yang Harmonis

Kerja sama antara Anya dan Bagnaia terlihat semakin solid. Keduanya sering terlihat berdiskusi empat mata, bahkan di luar jam resmi tim. Anya mengaku bahwa ia merasa nyaman bekerja dengan Pecco karena sang rider selalu terbuka terhadap ide-ide baru.

Menariknya, Anya tidak sekadar memikirkan aspek teknis. Ia juga mempertimbangkan sisi psikologis. Ia meminta tim agar membiarkan Bagnaia mengatur waktu istirahat sesuai kebutuhan dan menghindari tekanan media yang berlebihan.

Pendekatan holistik ini ternyata membawa dampak positif. Bagnaia tampil lebih tenang, fokus, dan kembali menunjukkan performa khasnya yang presisi.

Ducati Bernafas Lega, Saingan Waspada

Dengan kemenangan di Catalunya, Ducati kembali percaya diri dalam perebutan gelar. Manajer tim, Davide Tardozzi, menyampaikan pujian tinggi kepada Anya dan seluruh tim teknis yang tidak menyerah saat tekanan memuncak.

“Kami berutang banyak kepada Anya. Ia datang dengan ide-ide segar dan keberanian untuk mencoba hal baru. Tim pabrikan memang butuh orang seperti dia,” kata Tardozzi kepada awak media.

Pesaing pun mulai mewaspadai kebangkitan Bagnaia. Tim Yamaha dan Aprilia menyadari bahwa Desmosedici GP25 kini kembali ke jalur kemenangan. Beberapa analis bahkan menyebut bahwa pergeseran teknis yang dilakukan Ducati bisa menciptakan keunggulan teknologis di sisa musim.

Langkah Selanjutnya: Konsistensi

Setelah kemenangan di Catalunya, tantangan berikutnya terletak pada menjaga konsistensi. Anya dan timnya kini fokus merancang pengaturan khusus untuk dua seri selanjutnya yang memiliki karakteristik lintasan berbeda—Mugello dan Sachsenring.

Anya menegaskan bahwa solusi saat ini bukanlah akhir, tetapi titik awal dari penyempurnaan lanjutan. Ia juga menggarisbawahi pentingnya komunikasi terbuka antara teknisi dan pebalap agar adaptasi berjalan lancar di setiap seri.

“MotoGP bergerak cepat. Kami tidak boleh puas dengan satu kemenangan. Tantangan berikutnya selalu datang di depan,” tegasnya.

Anya, Simbol Inovasi dan Keberanian

Perjalanan Anya Ducati tak hanya mencerminkan kecerdasan teknis, tetapi juga keteguhan hati. Sebagai satu-satunya wanita di jajaran teknis senior Ducati, ia membuktikan bahwa profesionalisme tidak mengenal batas gender.

Kiprahnya menginspirasi banyak orang, terutama perempuan muda yang bermimpi menembus dunia motorsport yang penuh dominasi pria. Media sosial pun ramai membicarakan sosok Anya, menjadikannya ikon baru di balik layar MotoGP.

Penutup: Momentum Baru untuk Ducati

Dengan bangkitnya performa Bagnaia dan solusi teknis yang berhasil, Ducati kini berada dalam momentum penting. Keberhasilan ini bukan hanya soal kecepatan, melainkan tentang kerja sama, inovasi, dan keberanian untuk berubah.

Anya Ducati telah membuktikan bahwa satu langkah berani mampu mengubah arah musim. Dan kini, dunia MotoGP menyaksikan kembalinya pebalap terbaik Ducati ke jalur juara—berkat kerja cerdas seorang insinyur muda yang pantang menyerah.

Baca Juga: 6 Pencetak Gol Indonesia di Babak 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *