Majalah Sport

Majalah Berita Seputar Olahraga Dunia Yang Bisa Anda Nikmati Disini

Majalah Sport

Majalah Berita Seputar Olahraga Dunia Yang Bisa Anda Nikmati Disini

Berita Viral

Kardopa Kehilangan Berita VOA di Medan

Pendengar Kardopa Kehilangan Berita Internasional Usai VOA Tak Lagi Mengudara di Medan

Radio tua dengan logo VOA

Kardopa Merasakan Kekosongan Informasi

Kardopa, seorang penggemar radio berusia 58 tahun, kini harus beradaptasi dengan rutinitas pagi yang berbeda. Sebelumnya, dia selalu menyetel gelombang pendek untuk mendengarkan Voice of America (VOA) sambil menikmati kopi. Namun, sejak dua minggu terakhir, frekuensi tersebut hanya memancarkan desis statis. Akibatnya, dia kehilangan sumber berita internasional yang telah menjadi bagian hidupnya selama puluhan tahun.

VOA Menghilang dari Udara Medan

Kardopa pertama kali menyadari perubahan tersebut ketika berita pagi tentang perkembangan ekonomi Asia tidak muncul sesuai jadwal. Awalnya, dia mengira masalah teknis pada radionya. Kemudian, setelah memeriksa berbagai frekuensi dan bertanya kepada sesama penggemar radio, dia mengetahui bahwa VOA memang telah menghentikan siaran gelombang pendeknya di wilayah Medan dan sekitarnya.

Dampak Langsung pada Komunitas Pendengar

Kardopa kemudian menghubungi beberapa anggota komunitas pendengar radio di Medan. Mereka semua mengkonfirmasi hilangnya siaran VOA. Selain itu, mereka juga menyampaikan kekecewaan yang mendalam karena kehilangan perspektif berita internasional yang selama ini menjadi referensi utama.

Mencari Alternatif Sumber Berita

Kardopa mulai menjelajahi berbagai opsi untuk mengganti VOA. Pertama, dia mencoba mengakses berita melalui internet. Namun, dia menemui kendala karena keterbatasan kemampuan teknologi dan biaya kuota data. Selanjutnya, dia beralih ke stasiun radio lokal. Sayangnya, konten berita internasional di stasiun tersebut sangat terbatas dan tidak sedetail VOA.

Keterbatasan Akses Digital

Kardopa sebenarnya memiliki ponsel pintar pemberian anaknya. Akan tetapi, dia merasa tidak nyaman membaca berita panjang di layar kecil. Selain itu, dia lebih menyukai pengalaman mendengarkan berita sambil melakukan aktivitas lain. Oleh karena itu, transisi ke platform digital tidak berjalan mulus baginya.

Nostalgia Siaran Radio Internasional

Kardopa teringat masa mudanya ketika pertama kali menemukan VOA pada tahun 1980-an. Saat itu, dia merasa seperti membuka jendela ke dunia luar. Kemudian, melalui tahun-tahun berikutnya, VOA memberitakannya tentang jatuhnya Tembok Berlin, krisis finansial Asia, hingga perkembangan terbaru di berbagai belahan dunia. Sekarang, jendela itu tertutup secara tiba-tiba.

Peran VOA dalam Membentuk Perspektif

Kardopa mengakui bahwa VOA memberikannya pemahaman yang lebih komprehensif tentang isu global. Misalnya, ketika terjadi konflik di Timur Tengah, VOA selalu menyajikan laporan dari kedua sisi. Selanjutnya, liputan tentang perkembangan teknologi dan budaya global juga memperkaya wawasannya selama ini.

Reaksi Komunitas Pendengar Lokal

Kardopa dan teman-teman pendengar lainnya mulai mengadakan pertemuan kecil setiap akhir pekan. Dalam pertemuan tersebut, mereka berbagi informasi tentang sumber berita alternatif. Beberapa anggota yang lebih melek teknologi mengajarkan cara mengunduh podcast berita internasional. Meskipun demikian, mereka semua sepakat bahwa pengalaman mendengarkan siaran radio langsung tidak tergantikan.

Upaya Menemukan Pengganti

Kardopa sekarang mencoba berbagai stasiun radio internasional lainnya. Misalnya, dia menyetel BBC World Service dan Radio Australia. Namun, jadwal siaran yang tidak sesuai dengan waktu luangnya menjadi kendala utama. Selain itu, kualitas sinyal yang tidak stabil sering mengganggu kenyamanan mendengarkan.

Dampak pada Pemahaman Isu Global

Kardopa menyadari bahwa pemahamannya tentang perkembangan terkini mulai berkurang. Dulu, melalui VOA, dia bisa mengikuti perkembangan harga komoditas global yang mempengaruhi usaha kecilnya. Sekarang, dia harus bergantung pada berita kedua yang diterjemahkan oleh media lokal. Akibatnya, informasi yang diterima sering terlambat dan tidak lengkap.

Kesenjangan Informasi yang Terjadi

Kardopa memperhatikan bahwa media lokal cenderung fokus pada berita dalam negeri. Sementara itu, porsi berita internasional sangat minim dan biasanya hanya membahas isu-isu besar saja. Padahal, menurutnya, perkembangan kecil di negara lain sering memiliki dampak tidak langsung pada kehidupan sehari-hari.

Masa Depan Siaran Radio Gelombang Pendek

Kardopa bertanya-tanya apakah ini merupakan akhir dari era siaran radio gelombang pendek di Indonesia. Beberapa temannya mengatakan bahwa stasiun radio internasional lain juga mengurangi jam siarannya. Di sisi lain, generasi muda lebih memilih streaming online yang dianggap lebih praktis. Namun, bagi Kardopa dan komunitasnya, radio gelombang pendek tetap menjadi pilihan utama.

Transformasi ke Platform Digital

Kardopa mengetahui bahwa VOA sebenarnya masih beroperasi melalui situs web dan aplikasi. Akan tetapi, dia merasa bahwa akses tersebut tidak inklusif bagi pendengar seperti dirinya. Selain itu, tidak semua orang memiliki akses internet yang memadai atau kemampuan teknis yang cukup. Oleh karena itu, keputusan VOA menghentikan siaran gelombang pendek dirasakan sangat menyakitkan.

Suara yang Hilang dari Udara

Kardopa sekarang sering memandang radionya dengan perasaan rindu. Setiap pagi, dia masih mencoba menyetel frekuensi lama VOA dengan harapan siaran akan kembali. Sayangnya, yang terdengar hanya suara desis yang sama. Kemudian, dia harus memutuskan antara menerima keadaan atau berusaha beradaptasi dengan teknologi baru.

Komunitas yang Mulai Tergerus

Kardopa memperhatikan bahwa komunitas pendengar radio gelombang pendek semakin menua dan berkurang. Beberapa anggotanya sudah beralih ke platform digital. Sementara itu, yang lain memilih untuk berhenti mengikuti berita internasional sama sekali. Dengan demikian, tidak hanya siaran yang hilang, tetapi juga komunitas yang perlahan terkikis.

Harapan untuk Akses yang Lebih Inklusif

Kardopa berharap bahwa penyedia berita internasional seperti Kardopa dapat mempertimbangkan berbagai metode distribusi. Meskipun transformasi digital tidak terelakkan, mereka seharusnya tidak mengabaikan pendengar setia yang bergantung pada siaran tradisional. Selain itu, perlu ada transisi yang lebih bertahap dan edukasi tentang alternatif yang tersedia.

Kolaborasi dengan Media Lokal

Kardopa membayangkan kemungkinan kolaborasi antara VOA dengan stasiun radio lokal. Misalnya, VOA dapat menyediakan konten berita internasional yang kemudian disiarkan ulang oleh stasiun lokal. Dengan demikian, pendengar seperti dirinya tetap dapat mengakses berita internasional tanpa harus bergantung pada siaran gelombang pendek.

Adaptasi atau Tertinggal

Kardopa menyadari bahwa pada akhirnya dia harus beradaptasi. Anak-anaknya terus mendorongnya untuk menggunakan aplikasi berita di ponsel. Meskipun demikian, proses belajar di usia lanjut tidak mudah. Dia sering lupa langkah-langkah yang diajarkan dan frustasi ketika aplikasi tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Proses Belajar yang Menantang

Kardopa sekarang mencoba menghabiskan waktu satu jam setiap hari untuk belajar menggunakan aplikasi berita. Pertama, dia belajar cara mengunduh aplikasi. Kemudian, dia berlatih mencari berita berdasarkan kategori. Selanjutnya, dia mencoba fitur audio yang memungkinkannya mendengarkan berita seperti radio. Proses ini memang melelahkan, tetapi dia merasa tidak memiliki pilihan lain.

Warisan yang Hilang

Kardopa khawatir bahwa generasi muda tidak akan mengalami pengalaman mendengarkan siaran radio internasional. Menurutnya, ada nilai edukatif dalam proses mencari frekuensi dan mendengarkan siaran dari negara lain. Selain itu, radio gelombang pendek mengajarkan kesabaran dan ketekunan dalam mencari informasi. Sekarang, semuanya tersedia secara instan melalui internet.

Perubahan Lanskap Media

Kardopa mengamati bahwa cara orang mengonsumsi berita telah berubah secara dramatis. Dulu, orang secara aktif mencari informasi melalui radio. Sekarang, informasi datang secara pasif melalui media sosial dan notifikasi ponsel. Akibatnya, menurutnya, kedalaman pemahaman tentang isu global semakin berkurang.

Mencari Makna Baru

Kardopa perlahan mulai menerima kenyataan bahwa VOA tidak akan kembali ke gelombang pendek. Meskipun demikian, dia bertekad untuk tidak kehilangan akses terhadap berita internasional. Oleh karena itu, dia terus berusaha beradaptasi dengan teknologi baru sambil tetap menghargai kenangan indah bersama radio gelombang pendek.

Komunitas dalam Transformasi

Kardopa dan teman-temannya sekarang membentuk grup percakapan online. Dalam grup tersebut, mereka berbagi link berita internasional yang menarik. Selain itu, mereka juga saling membantu mengatasi kesulitan teknis. Dengan cara ini, mereka mempertahankan komunitas meskipun mediumnya telah berubah.

Penutup: Suara yang Terdengar Kembali

Kardopa akhirnya berhasil mengunduh aplikasi VOA setelah seminggu berusaha. Ketika suara penyiar familiar terdengar dari ponselnya, dia tersenyum lega. Memang, pengalaman ini berbeda dari mendengarkan radio. Namun, yang terpenting baginya adalah akses terhadap berita internasional yang selama ini menjadi jendela dunianya telah kembali. Meskipun mediumnya berubah, semangat untuk tetap terinformasi tidak pernah padam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *