Siti Hawa Pimpin PKS Pidie, Susunan Pengurus Baru
Siti Hawa Pimpin PKS Pidie, Ini Nama-nama Pengurus Periode 2025-2030

Periode Baru Dimulai dengan Semangat Perubahan
PKS Pidie secara resmi memasuki babak kepemimpinan baru. Musyawarah Daerah (Musda) yang berlangsung demokratis akhirnya menghasilkan Siti Hawa sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) untuk periode lima tahun ke depan. Selain itu, proses ini juga melahirkan sejumlah nama-nama baru yang akan mengisi posisi strategis. Selanjutnya, kepengurusan ini berjanji akan fokus pada penguatan basis konstituen dan program pemberdayaan masyarakat.
Proses Musyawarah yang Transparan dan Demokratis
PKS Pidie menyelenggarakan Musyawarah Daerah dengan prinsip keterbukaan tinggi. Lebih dari 200 kader hadir secara fisik untuk menyaksikan proses pemilihan. Kemudian, setiap calon pengurus menjalani proses fit and proper test yang ketat. Akhirnya, forum mencapai mufakat dan menyepakati satu nama untuk ketua. Seluruh proses berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang diterima semua pihak.
Profil Ketua Terpilih: Siti Hawa
PKS Pidie kini memiliki pemimpin dengan rekam jejak perjuangan yang panjang. Siti Hawa bukanlah nama baru di dunia politik dan dakwah tanah rencong. Sebelumnya, ia aktif membina kader-kader muda dan menggerakkan program ekonomi kerakyatan. Selain itu, ia juga dikenal sebagai sosok yang merakyat dan mudah bergaul dengan semua kalangan. Visinya sangat jelas: membawa PKS Pidie menjadi partai yang solutif dan mampu menjawab masalah riil masyarakat.
Struktur Kepengurusan Inti DPD PKS Pidie
PKS Pidie periode 2025-2030 menampilkan wajah-wajah segar dan kombinasi dengan senioritas. Susunan pengurus intinya adalah sebagai berikut:
- Ketua: Siti Hawa
- Wakil Ketua: Teuku Muhammad Faisal
- Sekretaris: Ir. H. Abdul Roni
- Bendahara: Dra. Zahara M. Ali
- Ketua Bidang Dakwah: Ust. Syamsul Bahri, Lc.
- Ketua Bidang Kaderisasi: Ahmad Yani, S.Pd.
Fokus Program Kerja Lima Tahun Ke Depan
PKS Pidie segera meluncurkan sejumlah program prioritas yang terukur. Pertama, penguatan ekonomi umat melalui koperasi dan pelatihan wirausaha. Selanjutnya, bidang pendidikan akan mendapat perhatian serius dengan mendirikan rumah-rumah baca di setiap kecamatan. Selain itu, partai akan mengoptimalkan fungsi posko bantuan hukum untuk masyarakat tidak mampu. Seluruh program ini dirancang untuk menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Respons Positif dari Berbagai Kalangan
PKS Pidie menerima dukungan luas dari masyarakat dan ulama setempat. Misalnya, Tgk. H. Hasanuddin menyambut baik terpilihnya Siti Hawa. Ia berharap kepemimpinan baru ini dapat menjaga ukhuwah dan meningkatkan kontribusi untuk daerah. Selanjutnya, para pemuda juga menyatakan optimisme mereka melihat komitmen pengurus baru terhadap isu-isu kepemudaan dan olahraga.
Komitmen untuk Membangun Sinergi
PKS Pidie bertekad menjalin kemitraan strategis dengan semua stakeholder. Kepengurusan baru akan aktif berkomunikasi dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, dan ormas-ormas Islam. Tujuannya jelas, yaitu menciptakan harmonisasi dan menghindari konflik yang tidak produktif. Sinergi ini diharapkan dapat mempermudah eksekusi program-program kerakyatan yang telah disusun.
Penutup dan Harapan untuk Masa Depan
PKS Pidie akhirnya menutup musyawarah dengan deklarasi komitmen bersama. Seluruh pengurus bersumpah akan bekerja tulus dan profesional mengabdi untuk rakyat. Masyarakat pun menaruh harapan besar pada kepemimpinan Siti Hawa dan tim. Pada akhirnya, keberhasilan kepengurusan ini akan terukur dari seberapa besar dampak positifnya bagi kemajuan dan kesejahteraan PKS Pidie.