7 Gol Saat Manchester City Dibungkam Al Hilal
Manchester City datang dengan penuh percaya diri, namun Al Hilal justru menciptakan kejutan besar Dalam laga persahabatan. Yang berlangsung sengit dan emosional itu, Al Hilal menggilas sang juara Premier League dengan skor mencolok 4-3. Seluruh stadion bergemuruh, sementara Guardiola hanya bisa terpaku di pinggir lapangan.

Sejak menit pertama, Al Hilal menunjukkan taringnya. Mereka tidak gentar menghadapi klub elit Eropa. Justru para pemain asal Arab Saudi tersebut tampil penuh determinasi dan keberanian. Alih-alih bertahan, mereka menekan City sejak awal, memaksa sang juara bertahan keluar dari zona nyaman.
Gol Kilat: Al Hilal Membuka Keran Skor
Baru lima menit berjalan, keributan tercipta di lini pertahanan City. Salem Al-Dawsari memanfaatkan kesalahan umpan Rodri dan langsung melepaskan tembakan keras ke sudut kiri atas. Ederson tak mampu menjangkaunya. Gol pembuka itu langsung menyulut semangat tim tuan rumah dan memanaskan atmosfer pertandingan.
Tak menunggu lama, Al Hilal kembali menggempur. Pada menit ke-12, Malcom berlari dari sisi kanan, mengecoh Nathan Aké, lalu menyodorkan bola ke Mitrovic yang berdiri bebas. Tanpa banyak basa-basi, striker asal Serbia itu mengoyak jala City untuk kedua kalinya. Skor 2-0 membuat kubu tamu mulai panik.
City Bangkit, Tapi Al Hilal Tak Melemah
Manchester City berusaha membalas. Kevin De Bruyne mulai aktif membagi bola. Pada menit ke-21, kerja sama apik antara Foden dan Haaland berhasil menembus pertahanan Al Hilal. Haaland, dengan ciri khasnya, menyambar bola dari jarak dekat. Gol pertama City lahir, dan mereka mulai mengejar.
Namun, Al Hilal tidak berhenti. Mereka malah meningkatkan tempo permainan. Serangan demi serangan terus membombardir lini belakang City. Pada menit ke-33, Ruben Neves mengejutkan semua orang dengan tendangan bebas dari jarak 25 meter. Bola melengkung indah dan menghujam pojok atas gawang. Skor 3-1, dan City kembali tertunduk.
Jelang Babak Kedua: Tempo Tak Mereda
City memasuki babak kedua dengan strategi berbeda. Guardiola langsung menarik Grealish dan menggantinya dengan Bernardo Silva. Hasilnya mulai terlihat. Pada menit ke-52, De Bruyne melesakkan gol spektakuler dari luar kotak penalti, memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2.
Akan tetapi, Al Hilal tetap menggigit. Lima menit kemudian, Mitrovic kembali mencetak gol setelah menerima umpan manis dari Kanno. Gol keempat Al Hilal ini memaksa City kembali mengejar. Meski City mendominasi penguasaan bola, serangan mereka selalu terbaca oleh lini pertahanan tuan rumah.
Aksi Kejar-Mengejar: Skor Makin Panas
Pertandingan berubah menjadi laga terbuka. Kedua tim saling jual beli serangan. Pada menit ke-68, Haaland mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan bola muntah dari tendangan Foden yang ditepis kiper. Skor 4-3 menambah tensi laga.
Sayangnya, hingga peluit panjang berbunyi, City gagal menyamakan kedudukan. Al Hilal mempertahankan keunggulan dengan penuh kedisiplinan. Kemenangan ini menjadi sorotan besar dunia sepak bola. Tak banyak yang menyangka Al Hilal mampu menundukkan tim sebesar Manchester City, apalagi dengan torehan empat gol.
Analisis Permainan: City Lengah, Al Hilal Efektif
Dalam laga ini, Al Hilal mengandalkan kecepatan, kerja sama, dan transisi yang tajam. Mereka tidak bermain bertahan, melainkan menantang City secara langsung. Keputusan tersebut terbukti tepat. Di sisi lain, City tampak kehilangan fokus di lini belakang. Umpan-umpan pendek mereka terlalu mudah dipotong. Bahkan, pemain sekelas Rodri pun beberapa kali kehilangan bola di area berbahaya.
Guardiola tampak frustrasi. Beberapa kali dia terlihat memberikan instruksi dengan suara lantang dari tepi lapangan. Meski City mencetak tiga gol, mereka juga kebobolan empat kali, sebuah rekor buruk dalam sejarah laga non-kompetitif mereka dalam lima tahun terakhir.
Efek Jangka Panjang Bagi Kedua Tim
Bagi Al Hilal, kemenangan ini menjadi suntikan moral luar biasa. Mereka menunjukkan bahwa sepak bola Asia terus berkembang dan mampu bersaing di level tertinggi. Hasil ini kemungkinan besar meningkatkan daya tawar liga domestik Arab Saudi yang belakangan mulai ramai dibicarakan.
Untuk Manchester City, kekalahan ini jadi peringatan keras. Guardiola perlu mengevaluasi kedalaman skuad dan pertahanan timnya. Laga ini memang bertajuk persahabatan, tetapi performa di lapangan tidak boleh diabaikan. Ketika menghadapi lawan dengan intensitas tinggi, City tampak rentan.
Kesimpulan: Laga Persahabatan Rasa Final
Pertandingan ini tidak hanya menghadirkan drama tujuh gol, tetapi juga membuka mata dunia akan potensi klub-klub Asia. Al Hilal membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim bintang tua. Mereka menyatu dalam visi permainan modern yang cepat dan agresif.
Sementara itu, Manchester City harus menerima kenyataan pahit bahwa dominasi mereka bisa runtuh kapan saja jika lawan tampil penuh percaya diri dan tanpa rasa takut. Laga ini menyiratkan pesan kuat: tidak ada lagi yang bisa meremehkan siapa pun di era sepak bola global saat ini.
Dengan hasil 4-3 yang penuh drama dan kejutan, duel ini layak dikenang sebagai salah satu pertandingan paling menghibur dalam sejarah laga uji coba internasional.
Baca Juga: 16 Besar Piala Dunia Antarklub 2025: PSG Vs Inter Miami
Become our partner and turn clicks into cash—join the affiliate program today! https://shorturl.fm/wA02I
Tap into a new revenue stream—become an affiliate partner! https://shorturl.fm/wyvcd
Be rewarded for every click—join our affiliate program today! https://shorturl.fm/7O7Co
https://shorturl.fm/aSItf
https://shorturl.fm/iCkdZ
https://shorturl.fm/1lHaO
https://shorturl.fm/egZvR
https://shorturl.fm/cmre0
https://shorturl.fm/bTgc9
https://shorturl.fm/vpPqm
https://shorturl.fm/6hNwL
https://shorturl.fm/TuAk3
https://shorturl.fm/XNk8E
https://shorturl.fm/iCPac
https://shorturl.fm/ySq9F
https://shorturl.fm/phVVR